Kenapa Timor Leste Memisahkan Diri Dengan Negara Indonesia


Timor-Leste atau Timor Leste, adalah sebuah negara yang terletak di Kepulauan Sunda Kecil 
di wilayah Asia Tenggara. Timor-Leste adalah nama yang diberikan oleh bekas penjajah Portugis yaitu kata 'timur' berasal dari bahasa melayu, dan 'Leste' berarti timur dalam bahasa Portugis.

Negara Timor Leste atau Republik Demokratik Timor Leste berbatasan dengan Indonesia Barat. Seluas sekitar 15.000 km persegi, dan dipisahkan dari Australia dengan jarak kurang dari 500 km oleh 'Laut Timor'. Panas sepanjang tahun dan medan pegunungan, serta memiliki kawasan pantai yang sangat indah, Ibu kota dan kota terbesar terletak di Dili.

1. Periode Kolonial Portugis Pada Abad ke-16

Timor Leste tidak terkenal sampai kedatangan penjajah Portugis pada abad ke-16. Sebelum zaman kolonial Eropa, Pulau Timor termasuk dalam jaringan perdagangan Melayu / Indonesia, Cina, dan India dengan mengekspor produk seperti kayu cendana.

Kekayaan hasil bumi Timor Leste dengan kayu cendana ini telah menarik minat penjajah Portugis untuk datang. Pada puncak zaman kolonial Eropa di abad ke-17 Kepulauan Timor dikunjungi oleh 2 kekuatan besar yaitu Portugis dan Belanda. Kota Dili di Timor Leste dibuka oleh Portugis pada tahun 1769 dan dideklarasikan di bawah pendudukan Portugis.

Bagi penjajah Portugis, tujuan utama kedatangan mereka adalah untuk menuai hasil bumi, oleh karena itu negara Timor Leste ini diabaikan tanpa ada upaya untuk pembangunan. Kayu cendana merupakan ekspor utama diikuti oleh biji kopi pada pertengahan abad ke-19.

Tapi dimulai pada abad ke-20 kegiatan kolonial mendapat untung dari hasil bumi Timor Leste mulai ditentang oleh penduduk. Ketika Perang Dunia II meletus pada tahun 1939, Timor Leste juga ditempatkan dalam rencana tersebut untuk mengintensifkan kekayaan di kawasan Asia oleh kaisar Jepang

Rakyat Timor Leste menentang kedatangan Jepang dengan bekerja dengan bahasa Portugis untuk pertama kalinya, dan mengobarkan perang gerilya besar-besaran melawan tentara Jepang. Kolaborasi ini tidak berhasil sedangkan Portugis diusir oleh Jepang. Akhirnya setelah Jepang mengaku kalah dalam Perang Dunia II semua pasukan Jepang mundur dari Timor Leste.

Portugis sekali lagi mencari peluang untuk menguasai Timor Leste. Namun, kali ini populasinya meningkat melawan kedatangan Portugis dan pada tahun 1975 terjadi konflik kudeta militer di Portugal menyebabkan Portugis terpaksa meninggalkan Timor Leste.

Setelah itu, dimulailah kemunculan berbagai partai politik seperti partai pro-Portugis dan pro-kemerdekaan. Ketidakstabilan dalam politik pun terjadi dan partai pro-kemerdekaan 'FRETILIN' berhasil memproklamasikan kemerdekaan penuh Timor Leste, untuk pertama kali pada 28 November 1975. Tapi, keberhasilan dalam mencapai kemerdekaan ini diraih hanya dalam waktu yang singkat, ketika tentara Indonesia memasuki Timor Leste pada tanggal 7 Desember 1975. 

2. Konflik antara Timor Leste dan Indonesia 

Setelah Amerika Serikat kalah perang Vietnam pada tahun 1975, Barat mulai mengkhawatirkan pengaruh komunis yang akan mendominasi kawasan Asia Tenggara. Indonesia mulai menggunakan alasan untuk mencegah Timor Leste jatuh ke dalam pengaruh komunis, dan meyakinkan orang barat seperti Amerika Serikat untuk membantu dengan mengirimkan peralatan militer kemudian mulai masuk ke Timor Leste.

Timor Leste juga meminta bantuan dari Amerika Serikat untuk mencegah aksi militer Indonesia tapi diabaikan. Pemimpin Indonesia pada saat Suharto mendapat dukungan dari AS, dan bertemu dengan Presiden Ford di Jakarta beberapa hari sebelum penaklukan Timor Leste. Operasi yang dikenal dengan 'Operasi Komodo' dilakukan pada 7 Desember 1975.

Titik Balik Untuk Kemerdekaan Penuh Upaya rakyat Timor Leste untuk merdeka dari Indonesia, berlaku selama beberapa tahun pada gilirannya menyebabkan perang dan kekerasan terjadi Sampai tahun 1991 komunitas internasional mulai membuka matanya terhadap apa yang terjadi di Timor Leste.

Perserikatan Bangsa-Bangsa berencana untuk berkunjung pada Oktober 1991 namun ditolak dan dibatalkan oleh Indonesia. Masyarakat Timor Leste memanfaatkan kehadiran wartawan dari luar negeri, dengan mengadakan demonstrasi di kota Dili. Situasinya ternyata lebih parah dan kejam.
Lebih dari 250 warga tewas hari itu.

Pada tanggal 30 Agustus 1999, PBB menggelar referendum dan mayoritas rakyat Timor Leste memilih kemerdekaan dari Indonesia. Pada tanggal 20 September 1999 Pasukan Internasional untuk Timor Lorosae (INTERFET) yang dibentuk oleh Australia dan PBB, dikirim ke Timor Leste untuk menghentikan semua kegiatan militer Indonesia di sana. 

Seorang pejuang kemerdekaan di Timor Leste bernama Xanana yang banyak menyusun strategi dan mempersatukan rakyat untuk menuntut kemerdekaan, diangkat sebagai presiden pertama 'Republik Demokratik Timor Leste' pada tahun 2002. Itu adalah kemenangan besar bagi Timor Leste, setelah serangkaian konflik dan perang terjadi di negara kecil ini

3. Masa Depan Yang Kabur Untuk Negara Baru Timor Leste

Sebagai negara yang baru merdeka pada tahun 2002 Masih banyak tantangan yang harus dihadapi Timor Leste. Banyak infrastruktur di Timor Leste hancur selama konflik. Negara ini masih tertinggal jauh meski bersebelahan dengan Timor Barat, karena bekas penjajah Portugis tidak berusaha membangun negara, dan hanya melakukan investasi minimal dalam infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan rakyat.

Penduduk Timor Leste sebesar 1,1 juta orang masih menggantungkan hidupnya pada kegiatan pertanian. Timor Leste dikategorikan sebagai negara berpenghasilan rendah oleh Bank Dunia. 'Bank Pembangunan Asia' mengalokasikan 41,8% populasi masih hidup di bawah garis kemiskinan pada tahun 2014.

UNICEF memperkirakan tingkat melek huruf di kalangan penduduk hanya 58%. Dengan bantuan berbagai pihak internasional, rakyat Timor Leste bekerja untuk membangun negaranya dari bawah ke atas. Sumber pendapatan ekonomi sangat bergantung pada pendapatan minyak dan gas namun sumber daya yang terbatas ini tidak dapat menjamin kelangsungan ekonomi negara.

Hanya 0,3% dari PDB negara digunakan untuk sektor kesehatan, sedangkan 0,2% dari PDB untuk sektor pendidikan. Timor Leste adalah negara yang unik dan menarik, tetapi turis asing datang dalam jumlah kecil dibandingkan negara tetangga Indonesia.

Tantangan utama pemerintah Timor Leste adalah untuk mengejar pembangunan dengan sumber pendapatan yang sangat terbatas. Negara perlu memikirkan cara terbaik untuk pembangunan rakyat yang setara karena pada titik ini hanya kaum elit yang terlihat memperoleh keuntungan dan kekayaan. Upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur dasar membuka sektor pariwisata lebih luas sebagai sumber pendapatan.

Kesimpulannya bagi individu yang tinggal di negara yang sudah memiliki struktur ekonomi yang baik, mungkin tidak dapat merasakan betapa pentingnya kesan ketidakstabilan yang merupakan faktor penting bagi negara yang baru merdeka seperti Timor Leste. 

Untuk negara kecil dengan hasil lahan terbatas, kemerdekaan yang dicapai membutuhkan usaha dan keterampilan para pemimpin bersama masyarakat untuk menentukan arah masa depan. Masih banyak potensi yang bisa dilihat untuk Timor Leste dapat menemukan arah yang baik di masa depan, khususnya sektor pariwisata yang dapat menghasilkan keuangan negara.

Belum ada Komentar untuk "Kenapa Timor Leste Memisahkan Diri Dengan Negara Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel